31.12.13

lovingfillah

bismillah..



Kalau memang benar cinta,
berusahalah membawa mereka,
bersamamu menuju syurga,
dengan jalan yang Allah redha. 
Apa-apa yang mengundang murka-Nya,
ke neraka tempat kamu dicampakkan selamanya.

“Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran:185)

Dan beginilah al-Quran mengajarkan kita tentang definisi cinta sesama manusia. Bergeraklah mengutip hikmah.

:inni.uhibbukum.fillah:
:aku.mencintai.kamu.yang.mencintai.Allah:
:kerana.aqidah.kita.sama:

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

28.12.13

refleksi hujung minggu

bismillah..

Ujian yang datang hakikatnya mendidik jiwa kita. Kadang-kadang, ujian itu tidak terus datang kepada kita. Sebaliknya, ia datang kepada orang-orang yang dekat dengan kita atau mungkin orang-orang di sekeliling kita.

Beruntunglah orang yang menyedari hakikat ini, langsung dia mengutip hikmah. Rugilah orang yang menyedari hakikat ini, tetapi dia diam tidak berbuat apa-apa.



hari-hari perbaiki diri,
menuju hidup lebih bererti.

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

26.12.13

mensolehkan hati

Hari-hari
kita perlu

bersihkan hati, 
sucikan jiwa, 

sehingga 
kita mampu 
mempersiapkan diri 

dengan 
ruhiyah yang tinggi.

"Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun, Kecuali (harta benda dan anak-pinak) orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera." (Asy-Syu'araa [26] : 88 - 89)

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

24.12.13

Curhat 1+1=?

bismillah..

Ketika ditanyakan, "Kamu mahu jadi apa?"
Saya menjawab, "Mahu jadi doktor pakar yang profesional dan beriman."

Realitinya, hari ini saya bukanlah pemegang ijazah MBBS mahupun yang sekumpulan dengannya.

Ketika ditanyakan lagi, "Apa yang kamu harapkan?"
Saya menjawab, "Saya berharap saya mampu menjadi seorang menteri yang beriman dan menjaga kebajikan rakyat."

Realitinya, hari ini saya bukanlah aktivis politik atau wakil puteri yang ke sana ke sini memenuhi misi.

Walau kedua-duanya seperti mustahil untuk saya capai, cukuplah kiranya diri saya siap dan sanggup berkorban demi merawat penyakit hati ummat yang kian membarah.

Sungguh, kerana padanya saya merasakan seolah-olah saya menjadi doktor dan menteri.
Allahu al-musta'an..

Sumber: Mr. Google

Sekian. Ambil yang baik, tinggal yang buruk.
*ini.cerita.hati.semalam*

Hujung Entri:
Doakan saya gagah untuk menyiapkan manuskrip. Lama sudah dianaktirikan.

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

15.11.13

Motivasi Graduasi

29th IIUM Convocation Ceremony, 16th-18th November 2013
"Keinginan yang kuat untuk sukses ini tidak dibarengi dengan kesiapan untuk gagal. Harapan besar untuk selalu mendapat keberhasilan, tidak diikuti dengan kesiapan menanggung resiko kegagalan. Dampaknya, ketika menghadapi kegagalan, banyak manusia berputus asa dan bahkan menganggap dunia telah meninggalkannya. Padahal, kegagalan tidak selalu memberikan dampak negatif dalam kehidupan kita. Produk gagal tidak selalu menjadi petaka dalam dunia usaha."
Pak Cah, 23 Oktober 2012
"Membantu kebenaran itu janji Allah. Berusaha pula tugas hamba-Nya. Syariat Allah itu tujuan, sunnatullah itu keperluan. Muslim berkualiti komited memenuhi kedua-duanya."
UHAJ , Tak Kenal Maka Tak Cinta
 
Motivasi yang begitu menghidupkan. Ringkas, tapi cukup menggerakkan. Saya baca di sini dan sini.


Hujung Entri:
Ucapan Graduasi: "Selamat bergraduasi buat para graduan UIAM 2013, terutama sahabat-sahabat sepengajian. Moga kita menjadi produk-produk yang membawa barakah buat dakwah dan ummah. Penghargaan terindah saya kalungkan kepada Mak Abah, para pensyarah, semua murabbi, teman-teman dan ahli keluarga yang sentiasa mendoakan. 'Al-Sibawayh' yang bakal saya terima nanti adalah hadiah buat kalian.  Tidaklah 'Al-Sibawayh' itu membahagiakan saya melainkan ada keredhaan Allah bersamanya. Kepada adik-adik dan anak didik, ingat, dakwah seorang pelajar adalah akademiknya, jihad seorang pelajar adalah peperiksaannya. Study tetap nombor satu, tapi dakwah bukan nombor dua."

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

13.11.13

Tiang Iman

Source: Google

Hadiah hari ini.
Untuk diri sendiri dan kalian yang saya kasihi,
nikmatilah persembahan entri pendek yang tak seberapa ini.

IMAN umpama cerucuk dan tiang bangunan yang ditanam menjunam jauh ke dalam tanah. Ia menjadi pasak yang kukuh agar bangunan yang dibina menjadi teguh dan tidak roboh.

Biarpun tiang-tiang dan cerucuk-cerucuk yang tertanam itu tidak begitu terzahir pada pandangan mata manusia, namun kewujudannya pasti diketahui dan diakui oleh semua. Bangunan-bangunan yang teguh berdiri cukup membuktikan adanya paksi dari tiang dan cerucuk yang kuat menyokong.

Begitulah iman. Zatnya tidak dapat dilihat, tapi kewujudannya diketahui dan dirasai. Muslim yang benar-benar beriman pasti akan memberi aura yang baik. Dari jauh sudah dirasa kehangatan imannya. Akhlak mulia yang terpancar cukup mempesonakan siapa sahaja yang melihatnya dan memandangnya. Halus budi bicara yang terpacul dari bibir mukmin adalah sesuatu yang membahagiakan dan mendamaikan.

Personaliti yang positif ini terpamer kerana adanya iman dalam diri dan jiwa mukmin. Paksi keimanannya adalah aqidah yang sejahtera. Tiang iman yang ditanam dengan mendalam ia akan mampu menerbitkan paksi aqidah yang kuat dan menguatkan. Sebagai muslim yang ingin meraih syurga, sudah tentu iman seperti ini yang kita perlukan!

Ambil yang baik,
tinggal yang buruk.

Akhlak pekerti kena cantik,
barulah maruah diri tak terkutuk.

Selamat meng'upgrade' iman.


___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

4.11.13

Menjengah Sekejap

"Saya mahu kamu menjadi orang yang kreatif dan kritis dalam berfikir. Debat adalah medan untuk kamu membina cara fikir yang matang. Bonusnya ialah kamu boleh jadi orang Melayu yang fasih bertutur dalam Bahasa Arab."
- Ustaz Najah bin Opir
 
Ma'al Hijrah Arabic Debate Championship 1435H / 2013M
Hari ini, saya sempat menjengah dua pasukan hebat yang sedang bersidang di peringkat separuh akhir.
Tahun ini, bukan rezeki saya untuk menjadi peserta mahupun juri.


Salam perdebatan,
Salam Maal Hijrah 1435H.


Hujung Entri
*Maaf kerana entri ini tidak berisi. Sekian, saya berhenti di sini. Banyak lagi amanat menanti.
*Saat ini, saya teringat akan anak didik debat saya, pelajar-pelajar saya, apa khabar iman dan Bahasa Arab antum?
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

28.10.13

“Ummi, aina Abi?”

Dalam gubuk kecil
melengung sang anak
dari hujung jendela usang
menanti si Abi
mengayun langkah pulang.

Kirmizi langit berundur akur
mengabdi menuruti
aturan Sang Khaliq 
Yang Maha Menciptakan
membiar tabir malam terbuka
memenuhi Sunnatullahi Ta’ala. 

Sinar qamar yang terbias
sedikitpun tak menampakkan
bayang si Abi.
Namun,
sang anak tegar di kisi
dalam kantuk yang teramat
menanti kepulangan Abi yang dirindui.

Sejenak,
berlari sang anak
mendapatkan Ummi yang terkasih
terpacul dari bibir pipih,
“Ummi, aina Abi?” 

Senyum Ummi terlarik
tersemat harapan
semoga sang anak faham
Abi pergi
memperjuangkan Islam
Demi Tuhan Yang Menguasai Alam.

Malam sa’adah beredar
sang anak terlena
dalam penantian berzaman
dalam dakapan kecintaan
saat waktu
sabar, istighfar Ummi menjadi candu.

Purnama penuh menumpahkan cahaya
menyuluh dinihari yang gelita
lembut angin iman bertiup
menghidupkan hening atmosfera syurga
keluarga mujahid bertaqwa.

Kedengaran
derap kaki menggetarkan jiwa
senyum Ummi menebarkan bahagia
pasti Abi kembali jua.

Tapi, ghaib Abi dari pandangan.
Mengapa berkaca-kaca
mata Ummi kiri kanan?

Khabar yang indah
janji mulia kini terlaksana
si Abi kembali kepada Rabbnya
meraih tenang dalam syahidnya.

Seluruh alam menyaksikan
alir air mata kudus
dari kalbu yang tulus
dalam ketenangan
Ummi merelakan
mensyukuri perginya Abi
menggapai mardhatillahi. 

Sedang,
sang anak terus menanti
berharap, bertanya
“Ummi, aina Abi?” 


Cetusan,
Dzatunnur @ Khairunnisa Bohari
Kuala Lumpur
24 Jumaada al-awwal 1433H.


Nota Entri
*kirmizi: warna merah tua
*khaliq: pencipta
*qamar: bulan
*sa'adah: bahagia, tenang
*ghaib: tiada di pandangan, hilang
*mardhatillahi: keredhaan Allah
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

23.10.13

Parikan Siji

Kayu meranti digraji-graji,
Kayu weru dinggawe peti;
Wong dadi pinter ngaji,
Nuntut ilmu sampek mati. 
 
Seng nulis,
Khairunnisa Bohari
23.10.2013 

Maksudnya:
Kayu meranti dipotong gergaji, [yang lebih tepat: dipotong-potong]
Kayu weru dibuat peti;
Orang menjadi pandai mengaji,
Menuntut ilmu sampai mati.

Yang menulis,
Khairunnisa Bohari 
23.10.2013 



Nota Entri
*Parikan: istilah bahasa Jawa yang bermaksud 'pantun'.
*Siji: istilah bahasa Jawa yang bermaksud 'satu'.
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

21.10.13

Taufiqullah

bismillah..
Moga penulisan ini menjadi ibadah. Amin.
"Agaknya, apa yang membuatkan para sahabat di zaman Rasulullah SAW mampu untuk terus istiqomah dalam keimanan dan tsabat dalam amal dakwah?" 
"Apa yang membuatkan mereka teguh sekalipun bersendirian menjadi utusan Rasulullah SAW di luar Makkah mahupun di luar Madinah?"
Saya dihujani soalan-soalan tersebut. Basah kain baju gara-gara terkena tempias hujan di luar masih belum hilang, kini ditambah pula dengan hujan soalan. Kitab motivasi tarbiyah berkulit tebal direnung. Seolah-olah cuba mencari jawapan di sebalik helaian yang membina. Hati tertanya-tanya, otak pula berusaha mengimbas ahadith Rasulullah SAW dan aathar as-sahabah yang pernah membicarakan hal ini.

Tiga puluh saat yang berlalu, saya ditinggalkan dengan dua soalan yang mengetuk pintu memori pengetahuan sirah. Memori yang sedikit tidak mampu mendatangkan ilham. Ilmu yang dangkal tidak dapat memberikan jawapan. Inilah kelemahan manusia yang memiliki daya ingatan yang terbatas. Sesungguhnya, Allah SWT lah Al-'Alim. Dialah Tuhan kita yang Maha Mengetahui.
"Sahabah termotivasi kerana keimanan mereka yang mendalam. Al-iman al-'amiq."
Akhirnya, saya cuba menebak.
"Benar. Apa yang membuatkan mereka memiliki keimanan seperti itu?" 
"Taufiqullah. Taufiq daripada Allah SWT. Inilah perkara utama yang membuatkan para sahabat tetap beriman dan beramal. Subhanallah, mereka sedikitpun tidak mengeluh apabila diperintahkan untuk berkorban, berjihad dan sebagainya. Taufiq Allah SWT adalah nikmat dan kurniaan yang sangat besar bagi orang-orang yang baik dan benar. Oleh yang demikian, mohonlah taufiq daripada Allah SWT agar kita sentiasa terpelihara dan terdorong."
Perbicaraan demi perbicaraan diteruskan sehinggalah saya menemui penghujung waktu pertemuan.

Definisi Taufiq [Ejaan dewan: taufik]
Kalimah taufiq berasal dari perkataan Arab iaitu: Waffaqa, yuwaffiqu dan taufiqan.
وفّق - يوفّق - توفيقًا
 قال أصحابنا المتكلمون: التوفيق خلق قدرة الطاعة والخذلان خلق قدرة المعصية 
[شرح النووي على صحيح مسلم]
Petunjuk yang mendorong menciptakan kuasa ketaatan, kelengahan menciptakan kuasa kemaksiatan.
[Syarh Imam Nawawi terhadap Sahih Muslim]


 التَّوْفِيقُ من الله للعبد : سَدُّ طريق الشَّرّ وتسهيلُ طريق الخير
[المعجم الوسيط]
Taufiq daripada Allah kepada hamba: menutup jalan kejahatan dan mempermudah jalan kebaikan
[Mu'jam al-Wasit]

Menurut kitab Mutun Jauharatu at-Tauhid, taufiq ialah sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT yang mendorong seseorang itu untuk melakukan kebaikan jika perkara tersebut ada dalam dirinya.

Dalam erti kata lain, taufiq adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah SWT yang mendorong dan mempermudah seseorang untuk melakukan ketaatan dalam beribadah. Ia tidak akan diberikan oleh Allah SWT melainkan hanya kepada mereka yang bersungguh-sungguh mengabdikan diri dengan rasa kehambaan demi mendekatkan diri kepada-Nya.

Pendek kata, taufiq ialah daya, dorongan atau semangat. Ada juga yang menterjemahnya sebagai pertolongan, petunjuk, kemenangan dan kesejahteraan. Ringkasnya, maksud-maksud yang dinyatakan di atas memberi faham kepada kita bahawa dengan adanya taufiq, manusia akan cenderung untuk melakukan kebaikan terus-menerus sehingga ke akhirnya.

Tanpa taufiq daripada Allah SWT, menjadi sukar bagi sesorang untuk melakukan kebajikan yang diredhai-Nya kerana tiada daya atau semangat untuk membuatnya. Daya dan semangat itu hanya diberikan Allah SWT kepada sesiapa yang Dia kehendaki. Firman Allah SWT:

Surah al-'Ankabut: 69
Mafhumnya: “Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh berusaha di dalam agama Kami, nescaya Kami akan beri petunjuk kepada mereka akan jalan-jalan kami.”

Muhasabah
Ketika kita tidak termotivasi untuk beramal, tidak bersemangat untuk bekerja atau mungkin ketika kita mengalami futur sehingga kita meluntur, berasa takutlah kerana barangkali Allah SWT telah mencabut taufiq-Nya dari dalam diri dan jiwa kita sehingga kita sering tidak merasai nikmatnya iman, lazatnya ibadah, indahnya tarbiyah, manisnya dakwah. Bahkan, yang kita rasakan hanyalah kesukaran dan kepenatan. Ruginya kita. Wal'iyadzu billahi..

Kerana taufiqullah ini merupakan daya, dorongan, semangat dan motivasi yang datang daripada Allah SWT, maka ayuhlah berdoa memohon agar kita sentiasa dikurniakan taufiq-Nya. Taufiq inilah yang menjadi bekalan sehingga membuatkan Nabi SAW, para sahabat dan para du'at sesudah mereka memiliki energi yang selalu besar, selalu ada, dan terus ada untuk memperjuangkan dakwah di bumi Rabb mereka.

وفّقنا الله

Nota Entri
Mutun Jauharatu at-Tauhid: Kitab tauhid. Pendekatan penulisannya berbentuk syair Arab. Pengarang kitab ini ialah Al ‘Alim Al ‘Allamah As Syaikh Ibrahim Al Laqqani
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

4.10.13

Syifaan Lana

Kemanisan Dalam Ujian

Oleh: Dr. Mohd Asri Zainul Abidin
Saya ingin membawa doa Musa a.s. untuk dikongsi bersama para pembaca yang barangkali ada yang tidak perasaan kewujudannya ketika membaca al-Quran. Juga mereka yang memang sudah tahu tetapi terlupa disebabkan kesibukan yang melanda kita dalam kehidupan sedangkan kita menghadapi suasana tenat yang amat memerlukan rahmat atau ‘kesian’ Tuhan kepada kita.
Saya ingin menyebutnya di sini kerana doa ini amat menyentuh perasaan saya. Saya percaya anda juga demikian. Entah berapa banyak keadaan getir dan runsing melanda hidup ini, doa ini salah satu ‘penyejuk perasaan’ dan pemberi harapan yang menjadi jambatan yang menghubungkan ujian hidup dengan Tuhan yang memiliki segala kehidupan.
Doa ini jika dibaca dengan jiwa yang benar-benar bergantung kepada Allah, maka saya yakin ketenangan itu hadir sebelum pertolongan Allah itu turun. Firman Allah menceritakan hal Musa a.s. dan doanya:
Maksudnya:
“Maka Musa pun memberi minum kepada binatang-binatang ternak mereka, kemudian ia pergi ke tempat teduh lalu berdoa: “Wahai Tuhanku, Sesungguhnya aku ini kepada apa sahaja kebaikan yang Engkau turunkan amatlah fakir.”
(Surah al-Qasas 24)
Maksud Nabi Musa a.s. beliau amat fakir atau amat memerlukan kepada apa sahaja kebaikan yang akan Allah berikan kepadanya bagi menghadapi suasana dirinya ketika itu. Dalam bahasa al-Quran yang indah al-Quran riwayatkan ucapan Musa a.s “Rabbi inni lima anzalta ilaiya min khairin faqir”. Sangat ringkas, namun sangat bermakna. Sudah pasti ucapan asal Musa a.s dalam bahasa Hebrew, namun Allah telah merakamkan ke dalam bahasa Arab yang padat dan indah.
Ada ahli tafsir yang menyebut maksud Musa bagi perkataan ‘khair’ atau apa sahaja kebaikan dalam doa ini adalah makanan. Namun, perkataan ‘khair’ atau apa sahaja kebaikan atau kurniaan Tuhan itu amat luas. Bukan sahaja makanan atau minuman, bahkan apa sahaja yang memberikan kebaikan kepada seorang insan. Musa a.s. sendiri selepas berdoa dengan doa ini diberikan limpah kurnia Allah yang berbagai, melebihi jangkaannya.


Hujung Entri:
Banyak lagi ilmu yang perlu digali. Biar basah tangan kaki. 
Ada kesan di sanubari hati. Moga diamal buat bekal mati.
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

29.9.13

5 Slogan Kita

bismillah..


الله غايتنا
Allah adalah tujuan kami 
الرسول قدوتنا
Rasulullah saw adalah teladan kami 
القرءان إمامنا ودستورنا
Al-quran adalah imam dan pedoman kami 
الجهاد في سبيل الله سبيلنا
 Jihad adalah jalan juang kami 
الموت في سبيل الله أسمى أماننا
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi 

Inilah slogan yang sering saya ungkapkan. Sejak dulu, ketika saya di tingkatan satu. Slogan ini tersisip dalam bait lagu. Lagu islami versi Bahasa Arab yang sering dinyanyikan para pelajar dalam perhimpunan setiap minggu.

Inilah slogan yang sering membuatkan jiwa-jiwa yang mengenali Tuhan mereka terus bergerak mencari keredhaan Tuhan mereka. Inilah slogan yang sentiasa menggetarkan jiwa-jiwa yang jelas dengan tujuan penciptaan mereka terus ikhlas berjuang menyampaikan kebenaran.

Inilah slogan pemuda. Inilah slogan pemudi. Inilah slogan yang seharusnya dipegang dan dikotakan oleh setiap muslim mujahid mahupun muslimah mujahidah.

Inilah slogan kita!

Credited to fajarilmubaru.

Hujung Entri:
Fajar Ilmu Baru (FIB) merupakan nama kedai yang sering membuatkan saya bagai dirasuk hantu buku!
Allahu, Allahu, Allahu..
Saya berharap agar tulisan ini akan ada sambungannya nanti.
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

19.9.13

Tiung Kecil

Siang yang cerah
Tiung kecil itu berperi indah
Menghilang gundah.

Dalam sangkarnya
Tiung kecil itu meluah rasa
Yang disimpan sekian lama.

Dengan kerendahan hati
Tiung kecil itu berperi lagi
Menagih belas kasih nurani.

Masa berlalu
Tiung kecil itu tidak seperti dulu
Tidak berperi tidak berlagu.

Baru kini hati sedari
Selama ini tanpa perhati
Tiung kecil itu mewarnai hari
Butanya hati hinanya diri. 


Nukilan,
Khairunnisa Bohari
47100 Puchong


Nota Entri:
*Puisi moden ini tersiar dalam majalah Tunas Cipta terbitan DBP, September 2011. Doakan saya yang masih belajar.
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

13.8.13

Oh, My Ramadhan!

bismillah..

May Allah forgive us & ease our way to have beautiful performance in this Ramadhan.

Let's allow Ramadhan to be a soothing balm for our souls. Let it purify us. Let Ramadhan remind us of Allah's immense and infinite favors. Let Ramadhan do its inner work on us, and when it's over let's not go back to what we were.

May Allah help us take advantage of Ramadhan, accept all our good deeds, forgive all our sins, find Laylatul Qadr and admit us to Jannatul Firdaus.

Aameen.

 اللهم إنّا نسألك البرّ والتقوى ومن العمل ما ترضى اللهم أعنّا على ذكرك وشكرك وحسن عبادتك

I'll always pray for me, for you, and for us, in shaa Allah.‎


Credited to Absir


___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

2.8.13

Tampal V: "Love Is Action"

bismillah..

Suatu masa dahulu, Umar al-Khattab telah membuat pengakuan cintanya kepada Rasulullah s.a.w. "Ya Rasulullah, aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku sendiri." Tersenyum sang Rasul s.a.w, lalu berkata, "Tidak wahai Umar. Engkau harus mencintaiku melebihi cintamu pada diri sendiri dan keluargamu." Terus Umar r.a membalas, "Ya Rasulullah, mulai saat ini, engkau lebih kucintai daripada apa pun di dunia ini." "Sekarang wahai Umar.. (telah sempurna kecintaanmu padaku)"

Aneh.

Semudah itu Umar mengalih dan mengalikan cintanya pada Nabi s.a.w? Bagi Umar r.a., cinta menurutnya - adalah persoalan berusaha untuk mencintai. Cinta bukanlah gelojak hati yang datang sendiri, apabila melihat paras rupa yang ayu ataupun kumis yang rapi. Cinta, sebagaimana cinta kepada Allah SWT yang tidak serta-merta mengisi hati kita, ia memang harus diupayakan. Dengan kerja, dengan pengorbanan, dan bahkan dengan darah. Begitulah kita, kalau memang mengaku cinta kepada Allah, rasul-Nya dan jihad di jalan-Nya.

"Is love is an art? Then it requires knowledge and effort." 
"Or is love a pleasant sensation, which to experience of chance, something one 'falls into' if one is lucky?" 
"Undoubtedly, the majority of people today believe in the latter." 
"Most people see the problem of love, primarily as that of 'being loved', rather than that 'of loving', of one's capacity to love." 
-Erich Fromm, The Art of Loving.

Credited to Google

Kerana pemahaman kita yang salah terhadap makna cinta, memahami cinta sekadar suatu perasaan, bukannya kata kerja, maka kita tidak bersungguh dalam berbuat apa-apa.

Lalu, kemanisan amal mahupun ibadah yang seharusnya dirasa sedikit pun tidak terasa.

Lalu, ungkapan seorang mutarabbi atau mungkin juga murabbi apabila mengadu hendak keluar daripada tarbiyah dengan alasan, "Ana sudah tidak mencintai tarbiyah lagi. Sudah tawar hati", menjadi tidak relevan.

Menjauhkan hati daripada dakwah, bila sudah tidak terasa nikmatnya tarbiyah. Tidak keterlaluan kalau disamakan dengan suami atau isteri yang menuntut hendak bercerai dengan alasan, "Aku sudak tidak mencintainya lagi". Apakah erti akad yang dimeterai? Begitu juga kepada para daie, lebih-lebih lagi yang telah berazam memberikan seluruh kehidupannya kepada dakwah yang dicintai.

Kerana cinta adalah kata kerja, lakukanlah kerja jiwa dan raga untuk mencintainya. Di saat diri melemah, di kala iman semakin menghambar, berusahalah mengadakan cinta. Cinta kepada Sang Pemilik cinta, yang membolak-balikkan hati manusia. Mencintai Allah, mencintai Rasul-Nya, mencintai jihad di jalan-Nya. Ia melampaui batas-batas perasaan suka dan tidak suka.

Mungkin ia nampak susah, ataupun terkalah apabila dibandingkan dengan kecenderungan hati untuk mencintai ibu ayah, anak-anak, saudara, suami atau isteri, simpanan kekayaan, perniagaan, dan kediaman-kediaman indah. Tetapi ia mungkin, dan masuk akal untuk digapai. Kerana bukan 'perasaan cinta' yang dituntut di sini. Melainkan 'kerja cinta'.

Di jalan cinta para pejuang, cinta adalah kata kerja. Biarlah perasaan hati menjadi makmum bagi kerja-kerja cinta yang dilakukan oleh amal soleh kita. Moga Ramadhan yang bakal tiba menjadi ruang yang terbaik untuk kita memulihkan kembali kerja cinta kita kepada Allah SWT, Rasulullah saw, juga jihad fi sabilillah.

Dari Ka’ab Bin ‘Ujrah r.a katanya: 
Rasulullah S.A.W bersabda: "Berhimpunlah kamu sekalian dekat dengan mimbar". Maka kami pun berhimpun. Lalu beliau menaiki anak tangga mimbar, beliau berkata: "Amin". Ketika naik ke anak tangga kedua, beliau berkata lagi: "Amin". Dan ketika menaiki anak tangga ketiga, beliau berkata lagi: "Amin". Dan ketika beliau turun (dari mimbar) kami pun bertanya: "Ya Rasulullah, kami telah mendengar sesuatu dari tuan pada hari ini yang kami belum pernah mendengarnya sebelum ini." 
Lalu baginda menjawab: 
“Sesungguhnya Jibrail a.s telah membisikkan (doa) kepadaku, katanya: Celakalah orang yang mendapati bulan Ramadhan tetapi dosanya tidak juga diampuni. Lalu aku pun mengaminkan doa tersebut. Ketika aku naik ke anak tangga kedua, dia berkata lagi: Celakalah orang yang (apabila) disebut namamu di sisinya tetapi dia tidak menyambutnya dengan salawat ke atasmu. Lalu aku pun mengaminkannya. Dan ketika aku naik ke anak tangga yang ketiga, dia berkata lagi: Celakalah orang yang mendapati ibubapanya yang sudah tua atau salah seorang daripadanya, namun mereka tidak memasukkan dia ke dalam syurga. Lalu aku pun mengaminkannya."  
Hadits Riwayat Bazzar dalam Majma’uz Zawaid 10/1675-166, Hakim 4/153 disahihkannya dan disetujui oleh Imam Adz-Dzahabi dari Ka’ab bin Ujrah, diriwayatkan juga oleh Imam Bukhari dalam Adabul Mufrad no. 644 (Shahih Al-Adabul Mufrad No.500 dari Jabir bin Abdillah)

“Cinta kita pada dakwah inilah yang akhirnya membuat energi kita selalu besar, selalu ada, dan terus ada untuk memperjuangkan dakwah kita,” 
[Cahyadi Takariawan]

Mohon maaf atas khilaf selama ini. Ya Allah, ampunkanlah dosa-dosa kami. Amin.

Ramadhan Kareem!
Salam tarbiyah penuh cinta,
Khayr Annisa


Nota Entri:
*Tulisan ini sebahagiannya adalah hadiah daripada seorang sahabat yang tidak lama lagi akan bernikah. Semoga Allah SWT memberkati dirinya dan juga bakal zaujnya. Juga, penulis tersohor Indonesia, Salim A. Fillah yang sentiasa mengaurakan buah tulisannya dalam buku "Jalan Cinta Para Pejuang".
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

16.5.13

شكرا يا معلّم

بكل الحب والاحترام شكرا يا معلّمين ومعلّمات 
أسأل الله أن يجعلكم في أحسن وأجمل الحياة في دنياكم وآخرتكم
بارك الله فيكم وعائلتكم جميعًا
شكرا وألف شكر

Credited to PhotoTaker by Hassuifah Jasman, Bestarian'06
Location: SAM Bestari, USJ 5 (Staircases Block A-B)

 كلام شاكر من قلب طالبتكم 
خيرالنساء بنت بخاري 
تخصّص اللغة العربية وآدابها ودراسة القرءان والسنة 


___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

6.5.13

Kita Tak Kalah

Menang atau kalah,
kita takkan pernah lemah,
jangan pernah melelah,
merubah ummah yang kian parah,
sehingga segalanya terislah.

Muslim yang pintar,
akhlaknya takkan tercemar,
imannya tidak memudar,
bahkan semakin memancar.

Bersedihlah dengan muhasabah,
tetap bersabar dalam pasrah,
redha dengan takdir Allah,
bukan bermakna kita kalah.

Pasakkan aqidah, tancapkan iman,
sehingga Allah menjadi tujuan,
ikhlas di kiri dan kanan
sayap pengorbanan
dalam menuju hari akhir kehidupan.

Itulah rencam perjuangan,
muslim daie yang beriman.


Cetusan ilham pasca PRU-13,
Khairunnisa Bohari
47100 Puchong, Selangor
6 Mei 2013


___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

4.5.13

Terima Kasih, Abah!

Nasihat berguna abah,
kuanyam menjadi tikar azimat.

Leter bingit abah,
kuadun sebati mengacu semangat.

Usik gurau abah,
kusimpan dalam kotak ubat lelah.

Diam berisi abah,
kulakar menjadi lukisan indah.

Amarah agam abah,
kutabur bina benteng kehidupan.

Keringat halus abah,
kuseka dengan kain kejayaan.

Senyum manis abah,
mengurai resahku yang berselirat.

Redup kasih abah,
kan kuingat sampai hujung hayat.


Terima Kasih, Abah!


Semoga malaikat mengaminkan doa Abah. Semoga Allah menjawab semua doa Abah.
Amin, amin, amin.

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

16.4.13

Makan Dengan Adab Sunnah

Ragam Manusia Hari Ini
Seorang wanita berjalan beriringan di sisi seorang jejaka. Kedua-duanya masih muda belia. Si wanita cantik rupa. Yang jejaka kacak bergaya.
Mulut si wanita asyik mengunyah sedang kedua-dua kakinya sibuk melangkah. Kelihatan ada bungkusan kuning oren di tangan kirinya dan sepotong makanan di tangan kanannya. Dia melangkah ke hadapan, seiringan dengan jejaka di sebelahnya. Lagak mereka persis sepasang suami isteri yang baru mengikat cinta.
Sambil menghayun langkah, si jejaka menoleh ke arah si wanita dan menghulurkan tin minuman berkarbonat ‘100 Plus’ yang dibukanya kepada wanita itu. Kepala si wanita menggeleng. Menolak pelawaan si jejaka. Kedua-duanya terus melangkah dengan masing-masing menikmati makanan dan minuman yang disumbat ke dalam rongga mulut masing-masing.
Subhanallah, Maha Suci Allah yang bersih daripada tabiat buruk ini.
Rasulullah s.a.w Mendidik, Sains Membuktikan
Dari Anas dari Qatadah, beliau berkata, “Sesungguhnya Nabi s.a.w melarang seseorang minum sambil berdiri.” Qatadah berkata, “Kami bertanya, “Bagaimana kalau makan?” Baginda bersabda,”Itu lebih jelek dan lebih buruk.” [HR. Muslim, no. 2024]
Ahli pakar kajian sains menjelaskan bahawa apabila seseorang itu berdiri, ototnya menjadi tegang dan pada masa yang sama sistem imbangan pada sistem saraf pusat terlampau aktif mengawal semua otot, untuk melakukan proses pengimbangan dan berdiri tegak.
Sistem saraf dan sistem otot yang bekerja dalam satu masa yang sama menyebabkan manusia tidak mampu mengawal kedua-duanya untuk rehat. Keadaan otot yang rehat adalah syarat yang terpenting ketika makan dan minum dan keadaan ini hanya wujud ketika seseorang itu duduk.
Keadaan duduk membuatkan sistem saraf dan sistem otot berada dalam keadaan tenang dan menjadi aktif. Sistem penghadaman akan bertambah mampu untuk menerima makanan dan minuman. Kesannya, proses penyerapan makanan akan berlaku dengan cara yang betul.
Dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah s.a.w bersabda:
“Janganlah kalian minum sambil berdiri. Barang siapa lupa sehingga minum sambil berdiri, maka hendaklah ia berusaha untuk memuntahkannya.” [HR. Ahmad no. 8135]
Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam ‘At-Tibb An-Nabawiy’, minum sambil berdiri menyebabkan air yang diminum tidak dapat memberikan kesegaran kepada tubuh secara optima. Hal ini berlaku kerana air yang diminum ketika berdiri terus masuk ke dalam kerongkong dan jatuh ke bahagian bawah tubuh badan tanpa sempat diserap oleh usus kecil dan usus besar sebelum masuk ke dalam pembuluh darah.
Minum Berdiri: Bukan Sewenang-wenang
Namun demikian, diharuskan minum sambil berdiri di tempat yang tidak sesuai untuk duduk seperti tempat yang terlampau sesak. Ini adalah kerana Nabi s.a.w pernah minum berdiri, ini berdasarkan kepada hadith Ibn Abbas r.a yang menyatakan Rasulullah s.a.w minum air zam-zam sambil berdiri.
Dari Ibnu Abbas r.a beliau mengatakan, “Aku memberikan air zam-zam kepada Rasulullah s.a.w. Maka baginda lantas minum dalam keadaan berdiri.” [HR. Bukhari no. 1637, dan Muslim no. 2027]
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah berkomentar dalam kitabnya ‘Zaadul Ma’ad’, “Kebanyakan minum baginda dilakukan dengan posisi sambil duduk, bahkan baginda menegur dengan keras orang yang minum sambil berdiri. Tetapi, suatu kali baginda pernah juga minum sambil berdiri. Ada yang mengatakan, riwayat ini telah dinasakh (dihapus) oleh adanya larangan beliau. Ada yang berpendapat, beliau melakukan hal itu, dengan tujuan untuk menjelaskan kepada umatnya bahawa boleh sahaja minum dengan dua posisi itu (duduk dan berdiri). Namun, pendapat yang lebih kuat –wallahu a’lam- kejadian ketika baginda minum sambil berdiri adalah kerana adanya satu alasan. Konteks cerita menunjukkan hal itu. Kerana ketika itu, baginda menghampiri telaga zam-zam, dan banyak orang yang sedang mengambil air darinya, lalu baginda mengambil timba untuk mencedok air kemudian meminumnya sambil berdiri.”
Tambah beliau lagi, “Yang sahih dalam masalah ini adalah larangan minum sambil berdiri, namun diperbolehkan apabila ada uzur yang menghalangi untuk duduk. Dengan cara ini boleh dihimpun seluruh hadith pada bab ini (hadith tentang Rasulullah s.a.w minum air zam-zam sambil berdiri dalam kesesakan ramai orang). Wallaahu a’lam.”
Makan dan Minum Sebagai Ibadah
Makan dan minum, sebagaimana amalan lainnya, boleh jadi dikira sebagai ibadah jika dilakukan dengan menjaga adab dan tatacara yang ditunjukkan oleh sunnah Rasulullah s.a.w dan garis panduan Islam. Ayuh, mari kita perhalusi dan perbaiki amal harian kita. Semoga perkara-perkara yang harus seperti makan, minum, tidur, mandi dan sebagainya bisa bertukar kedudukannya menjadi ibadah yang berpahala dan punya nilai di sisi Rabb kita.
Melentur Buluh Umat Dari Rebung Kita
Melihat ragam wanita dan jejaka yang diceritakan di awal penulisan ini, saya terfikir. Bagaimana jika mereka dikurniakan anak pada suatu hari nanti? Adakah anak mereka pun akan disuap makanan atau minuman sambil berjalan seperti mereka? Apa reaksi kita apabila melihat orang-orang dewasa di sekeliling mengunyah makanan sambil berjalan, meneguk minuman sambil berdiri? Atau kita sendiri yang mengaku komited dengan Islam, terlebih dahulu makan dan minum sambil berlari?
Kebiasaan manusia, makan dengan sopan hanya terpamer dalam majlis ‘makan beradab’ pada hari walimahan. Tetapi, imej positif itu tidak pula terpamer pada cermin akhlak diri pada hari-hari yang dilalui. Orang beriman beramal tanpa pura-pura. Mereka sentiasa makan dengan menjaga adab, sedang orang biasa suka ‘makan beradab’. Lalu, kita yang mana?
Tepuk dada,
buka mata,
tadah telinga,
tanya jiwa.

Wallahu a’lam.


___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

25.3.13

(tiada.tajuk)

bismillah..

Sudah lama tidak menulis dengan jiwa. Sudah lama laman ini tidak bersuara. Gara-gara tuannya yang tidak menambah amal tangan dan buah fikiran di sini. Entah kerana tidak punya kuasa, mahupun tidak punya masa. Atau kedua-duanya hanya alasan yang diciptakan. Moga Allah SWT sentiasa memberikan kesempatan agar saya dan kalian tetap beramal dan beramal kerana-Nya dan demi-Nya.

"Pena, tinta dan kertas kamu adalah perjuangan selagi mana kebenaran tertulis dan tersampaikan kepada siapa sahaja yang membacanya. Teruslah ikhlas dalam menuliskan hikmah buat dikutip oleh jiwa-jiwa yang resah. Mudah-mudahan melalui tulisan-tulisanmu itu ada sesuatu yang membahagiakan, ada sesuatu yang menyedarkan. Tarbiyahlah manusia sepenuh dayamu, dengan cara apapun yang kamu mampu. Semoga Allah SWT sentiasa meredhaimu dan melimpahkan kebaikan ke atasmu."

Kata-kata ini hadir, mengejutkan saya daripada terus mengelamun tanpa tujuan. Tidak tahu ke mana tulisan-tulisan hendak diarahkan. Meskipun sebelum ini sudah ditetapkan hala tuju. Banyak manuskrip buku sendiri sedang dipacu. Alhamdulillah, hujahan kalam tadi memperkemas lagi misi.

Surah Fussilat : ayat 33
Maksudnya: 
Dan tidak ada yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada (mengesakan dan mematuhi perintah) Allah, serta ia sendiri mengerjakan amal yang salih, sambil berkata: "Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang Islam (yang berserah bulat-bulat kepada Allah)!"

Nota Entri:
*Rindu untuk menulis lebih lama lagi di sini.
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"