31.12.13

lovingfillah

bismillah..



Kalau memang benar cinta,
berusahalah membawa mereka,
bersamamu menuju syurga,
dengan jalan yang Allah redha. 
Apa-apa yang mengundang murka-Nya,
ke neraka tempat kamu dicampakkan selamanya.

“Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (Ali ‘Imran:185)

Dan beginilah al-Quran mengajarkan kita tentang definisi cinta sesama manusia. Bergeraklah mengutip hikmah.

:inni.uhibbukum.fillah:
:aku.mencintai.kamu.yang.mencintai.Allah:
:kerana.aqidah.kita.sama:

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

28.12.13

refleksi hujung minggu

bismillah..

Ujian yang datang hakikatnya mendidik jiwa kita. Kadang-kadang, ujian itu tidak terus datang kepada kita. Sebaliknya, ia datang kepada orang-orang yang dekat dengan kita atau mungkin orang-orang di sekeliling kita.

Beruntunglah orang yang menyedari hakikat ini, langsung dia mengutip hikmah. Rugilah orang yang menyedari hakikat ini, tetapi dia diam tidak berbuat apa-apa.



hari-hari perbaiki diri,
menuju hidup lebih bererti.

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

26.12.13

mensolehkan hati

Hari-hari
kita perlu

bersihkan hati, 
sucikan jiwa, 

sehingga 
kita mampu 
mempersiapkan diri 

dengan 
ruhiyah yang tinggi.

"Hari yang padanya harta benda dan anak-pinak tidak dapat memberikan pertolongan sesuatu apapun, Kecuali (harta benda dan anak-pinak) orang-orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat sejahtera." (Asy-Syu'araa [26] : 88 - 89)

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

24.12.13

Curhat 1+1=?

bismillah..

Ketika ditanyakan, "Kamu mahu jadi apa?"
Saya menjawab, "Mahu jadi doktor pakar yang profesional dan beriman."

Realitinya, hari ini saya bukanlah pemegang ijazah MBBS mahupun yang sekumpulan dengannya.

Ketika ditanyakan lagi, "Apa yang kamu harapkan?"
Saya menjawab, "Saya berharap saya mampu menjadi seorang menteri yang beriman dan menjaga kebajikan rakyat."

Realitinya, hari ini saya bukanlah aktivis politik atau wakil puteri yang ke sana ke sini memenuhi misi.

Walau kedua-duanya seperti mustahil untuk saya capai, cukuplah kiranya diri saya siap dan sanggup berkorban demi merawat penyakit hati ummat yang kian membarah.

Sungguh, kerana padanya saya merasakan seolah-olah saya menjadi doktor dan menteri.
Allahu al-musta'an..

Sumber: Mr. Google

Sekian. Ambil yang baik, tinggal yang buruk.
*ini.cerita.hati.semalam*

Hujung Entri:
Doakan saya gagah untuk menyiapkan manuskrip. Lama sudah dianaktirikan.

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"