20.4.11

Menulis

Menulis. Suatu pekerjaan yang disangka rumit. Ya, benar. Memang rumit. Rumit bagi mereka yang tidak mencuba-cuba menulis. Tapi tidak pada yang suka menulis. Diulang, suka menulis. Bukan hebat menulis.

Ada orang yang panjang akalnya, petah bicaranya, tapi tak mampu merungkai kata dalam rupa tulisan. Ada pula yang pandai menyusun aksara hingga menjadi bait-bait indah punya makna, tapi tak pula fasih lisannya berbahasa. Hhmm, mana satu yang baik?

Pandai bicara, tak pandai tulis. Pandai tulis, tak pandai bicara. Mungkin, kedua-duanya baik kerana setiap individu memiliki kelebihan yang tersendiri. Cuma, memiliki lebih dari satu kelebihan dan kemahiran adalah lebih baik! Barangkali.

Mula-mula menulis, memang terasa payah. Mudah jemu. Cepat mengalah. Lebih-lebih lagi apabila tak memiliki idea dan munculnya sikap malas. Semoga pada kali ini saya termotivasi untuk menulis. Eh, silap. ISTIQAMAH menulis. TERUS menulis. Entah kenapa perasaan ingin serius menulis terus masuk melulu ke dalam diri.

Jadi benarlah maksud al-Imam asy-Syafi’i ra dalam baitnya,
Kalau sudah pasti ada cinta di sisimu
Semua kan jadi enteng
Dan semua yang ada di atas tanah
Hanyalah tanah jua.


Astaghfirullahal'azim. Istighfar panjang. Merenung jauh.
Ingin sekali kufahami agar aku bisa ikhlas. Menulislah dari relung hati kerana Allah!

“Ya Allah, pimpinlah hati hamba-Mu ini dalam mengalirkan kata dan makna melalui hujung jari.”


_
__________________________________________________________________________________ 
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

2 comments:

nadz said...

terima kasih!
*baru perasan entri ni.

Anonymous said...

nice entry