2.5.11

Cempiang Jalanan

"Tak takut mati ke?"

Dia tersengih. "Semua manusia pasti akan melaluinya.Tengah tidur pun boleh mati!"

Saya menyorotinya dengan senyuman pahit. "Tak fikir masa depan? Tak takut Tuhan?"

"Allah itukan Maha Pengampun," katanya.

Saya senyum lagi. Kali ini, pahit-pahit manis.

Dia berhujah lagi. "Dah tua kerepot nanti, taubatlah. Susah apa?"

Aduh! Sakitnya telinga disumbatkan ayat-ayat itu. Saya beristighfar panjang. Terasa sesak nafas dengan kenyataan itu. Mulut terkedu. Geram bercampur pilu. Makan hati selalu.

Oh, manusia!
Engkaukah pemuda harapan agama?
Hilang pedoman, hidup melulu.
Di atas jalan, berpeleseran begitu.
Tiba zaman, mati katak di situ.
Tanpa sempat beriman kepada Tuhan Yang Satu.

Sungguh, anak muda ini berada dalam dilema. Berperang dengan diri sendiri mencari identiti. Pedih hati saya melihat ragamnya. Entah apa-apa kepercayaan yang dibawa. Anasir mungkar menyelinap masuk melewati pintu kejahatan yang terkuak sedikit cuma.
"Memang usia remaja merupakan saat terpaan dugaan kemaksiatan yang membuatkan hati dan fikiran berbalah sendiri."
Cerpenis

Semoga Allah membuka jalan keluar untuknya. Amin!


_
__________________________________________________________________________________ 
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

No comments: