5.6.11

Arah Kita: Ke Mana?

Kaca cermin bingkai,
Kacanya kaca,
Kaca cermin bingkai.


Ini bukan puisi, titik.

Mencari makanan tatkala lapar,
Mencari doktor tatkala sakit,
Mencari pemberian tatkala kesempitan.

Manusia hari ini,
(barangkali termasuk diri sendiri)
Semakin melupakan Allah, semakin menjauhi Allah.
Malah, Penguasa yang menciptakan makhluk dan masalah itu
semakin tiada tempat di hati kita.

Inilah realiti kehidupan kebanyakan manusia.
Mencari manusia sebelum mencari Allah.
Meminta pertolongan manusia sebelum meminta pertolongan Allah.
Mengadu pada manusia sebelum mengadu pada Allah.

Kita hampir melupakan Dia,
Allahu Rabbuna yang pasti kekal untuk kita.
Dialah yang menciptakan ujian serta kekurangan.

Kita terlupa untuk kembali kepada-Nya dalam setiap urusan.
Kita sering menyebut nama-Nya setelah menyebut nama makhluk-Nya.

Seharusnya, ke manakah arah kita?

“Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”
[Surah al-Baqarah : 186]

___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com 
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

2 comments:

ibn.ziyad said...

betul. kdg2 kita x perasan pun yg kita x minta pertolongan Allah dulu

Khayr Annisa said...

semoga iman sentiasa terletak di hati