19.9.13

Tiung Kecil

Siang yang cerah
Tiung kecil itu berperi indah
Menghilang gundah.

Dalam sangkarnya
Tiung kecil itu meluah rasa
Yang disimpan sekian lama.

Dengan kerendahan hati
Tiung kecil itu berperi lagi
Menagih belas kasih nurani.

Masa berlalu
Tiung kecil itu tidak seperti dulu
Tidak berperi tidak berlagu.

Baru kini hati sedari
Selama ini tanpa perhati
Tiung kecil itu mewarnai hari
Butanya hati hinanya diri. 


Nukilan,
Khairunnisa Bohari
47100 Puchong


Nota Entri:
*Puisi moden ini tersiar dalam majalah Tunas Cipta terbitan DBP, September 2011. Doakan saya yang masih belajar.
___________________________________________________________________________________
KHAYR ANNISA @ khayrannisa.blogspot.com
"Hidup mati biarlah untuk-Nya"

2 comments:

nurul said...

Simple and deep..

Khairunnisa Bohari said...

:)